Sabtu, 18 Desember 2010

BAB IaTEORI-TEORI ETIKA BISNIS


1. Pengertian Etika

Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Moralitas berasal dari kata Latin Mos (jamak – Mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan.

Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan. Jadi etika dan moralitas sama-sama berati system nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana baiknya sebuah kebiasaan.

Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai :

a) Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia.

b) Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima.

Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,

a. Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang.

b. Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya.

c. Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.

Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk berperilaku moral secara kritis dan rasional. Karena etika adalah refleksi kritis terhadap moralitas, maka etika bermaksud membuat manusia bertindak sesuai dengan moralitas begitu saja. Etika memang pada akhirnya mengharapkan agar orang bertindak sesuai dengan nilai dan norma moral yang berlaku, tetapi kesesuaian itu bukan semata-mata karena tindakan yang baik itu diperintahkan oleh moralitas, melainkan karena ia sendiri tahu dan sadar bahwa hal itu memang baik bagi dirinya dan baik bagi orang lain.

Dengan menggunakan bahasa Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba. Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.

2. Tiga Norma Umum

Norma adalah memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita. Norma dapat dibedakan dua macam norma, yaitu norma khusus dan norma umum. Norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain. Norma khusus hanya berlaku untuk bidang itu saja, sejauh orang masuk ke dalam bidang itu dan tidak berlaku lagi ketika orang keluar dari bidang itu. Norma umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Noma umum ada tiga, yaitu norma sopan satun, norma hokum, dan norma moral.

Pertama, norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari. Karena hanya menyangkut sikap dan perilaku lahiriah. Kendati perilaku dan sikap lahiriah bisa menentukan pribadi seseorang, tidak dengan sendirinya sikap ini menentukan sikap moral seseorang. Kedua, norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma ini mencerminkan harapan, keinginan, dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik.

Ketiga adalah norma moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :

a. Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.

b. Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri

c. Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense).

3. Teori Etika

Tindakan manusia selalu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Ada arah dan sasaran dari tindakan atau hidup manusia. Ada dua teori etika yang dikenal sebagai etika teleology dan etika deontology.

a) Etika Teleologi

Berasal dari kata Yunani, telos = tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Ada dua aliran etika teleology yaitu Egoisme Etis dan Utilitarianisme. Egoisme Etis adalah inti pandangan egoism bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.

Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Sedangkan utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

b) Deontologi

Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.

Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :

a) Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban.

b) Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.

c) Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.

Sumber :

1. http://www.scribd.com/doc/8365104/PENGERTIAN-ETIKA

2. Sumber dari: Keraf, A. Sonny. 2005. Etika Bisnis. Edisi Baru Cetakan Ke-9. Kanisius: Yogyakarta.

Minggu, 10 Oktober 2010

KONSUMEN ADALAH RAJA ?

Akhir-akhir ini semakin banyak konsumen menulis surat pembaca berita berisi keluhannya tentang kekecewaanya baik pada janji atau pelayanan yang tidak memuaskan dari berbagai perusahaan. Ini bisa dimengerti karena semakin kritisnya konsumen, termasuk semakin sadarnya konsumen akan hak-hak mereka. Kenyataan ini sesungguhnya memberi isyarat. Pertama, bahwa pasar yang bebas dan terbuka akan menempatkan konsumen sebagai raja. Kedua, bahwa prinsip-prinsip etika untuk melayani konsumen secara baik dan memuaskan, mempunyai tempat pijakan yang nyata dalam bisnis global yang bebas dan terbuka.

Fenomena surat pembaca dengan jelas memperlihatkan bahwa kendati yang mengeluh yang mengeluh itu hanya satu orang saja dan hanya satu kali saja, yang satu orang dan satu kali itu bisa punya efek yang sangat merugikan suatu perusahaan. Pengusaha modern sadar bahwa keluhan yang satu kali itu punya efek kumulatif dan ekspansif yang besar sekali. Keluhan itu tidak saja dapat mempengaruhi konsumen lain serta calon konsumen, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh calon pesaing untuk merebut hati konsumennya. Karena itu, sebuah perusahaan eceran besar yang punya barang yang murah dan pelanggan yang banyak sekali tidak segan-segan meminta maaf bahkan memberikan hadiah kepada konsumennya yang mengeluh. Itu tanda bahwa konsumen di mata produsen adalah benar-benar raja.

Sumber dari: Keraf, A. Sonny. 2005. Etika Bisnis. Edisi Baru Cetakan Ke-9. Kanisius: Yogyakarta.

ETIKA DALAM DUNIA BISNIS



Etika dan bisnis adalah dua hal yang berbeda dan mempunyai arti yang berbeda pula. Banyak argumen-argumen yang menyatakan bahwa etika sangat bertentangan dalam dunia bisnis, karena dapat menghambat untuk meningkatkan keuntungan bagi para pembisnis. Persaingan dalam dunia bisnis kini makin ketat dan banyak pembisnis yang menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan akibat yang timbul. Sehingga norma-norma dan nilai-nilai etika akan mudah diabaikan. Etika seharusnya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktivitas manusia yang disengaja, dan karena bisnis merupakan aktitivitas manusia yang disengaja, etika hendaknya juga berperan dalam bisnis. Etika hendaknya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya dalam mencari keuntungan. Justru dengan kita menerapkan etika dalam berbisnis kita bisa meningkatkan keuntungan dalam jangka panjang.

Bila kita melakukan kecurangan dalam berbisnis bisa saja kita mendapatkan keuntungan yang sangat besar namun itu takan bertahan lama. Karena cepat atau lambat masyarakat akan mengetahui bahwa ada kecurangan dalam bisnis kita. Sehingga kita akan kehilangan pelanggan dan dapat menyebabkan kerugian yang besar. Dengan demikian para pembisnis harus bisa mengendalikan dirinya untuk tidak melakukan kecurangan dalam mencari keuntungan yang besar. Selain itu, dapat menciptakan persaingan yang sehat antara pelaku bisnis yang besar dengan pelaku bisnis golongan kecil. Dan dari pihak pemerintah juga harus membuat peraturan perundang-undangan sehubungan dengan etika bisnis dan dari pihak pengadilan harus menegakan hukum-hukum yang berlaku.


SASARAN DAN LINGKUP ETIKA BISNIS


Ada tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis disini. Yang pertama etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Etika bisnis bertujuan untuk mengimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Karena bisnis yang baik dan etis menunjang keberhasilan bisnisnya dalam jangka panjang. Dan berfungsi menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik dan etis demi nilai-nilai luhur tertentu dan demi kepentingan bisnisnya sendiri. Etika bisnis dalam lingkupnya yang pertama ini tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut secara eksternal.

Sasaran yang kedua yaitu untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, karyawan dan masyarakat luas, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapa pun juga. Pada tingkat ini etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat. Etika bisnis mengajak masyarakat luas untuk sadar dan berjuang menuntut haknya agar hak dan kepentingannya tidak dirugikan oleh pembisnis.

Pada sasaran ketiga, etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis lebih bersifat makro. Dalam lingkup makro, etika bisnis berbicara mengenai monopoli,oligopoly, kolusi dan praktek-praktek semacamnya yang akan sangat mempengaruhi tidak saja sehat tidaknya suatu ekonomi melainkan baik tidaknya praktek bisnis dalam sebuah negara tersebut. Etika bisnis menekankan pentingnya kerangka legal-politis bagi praktek yang baik, yaitu pentingnya hukum dan aturan bisnis serta peran pemerintah yang efektif menjamin keberlakuan aturan bisnis tersebut secara konsekuen tanpa pandang bulu.


Sumber dari: Keraf, A. Sonny. 2005. Etika Bisnis. Edisi Baru Cetakan Ke-9. Kanisius: Yogyakarta.


Kamis, 22 April 2010

TANGGAPAN DAN SARAN MATA KULIAH SOFTSKILL

Tanggapan saya untuk mata kuliah dalam bentuk softskill ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak di dapat dalam perkuliahan. Selain itu, setiap mahasiswa dapat mengembangkan kreativitasnya. Dan didalam mata kuliah softskill dosen memberikan tugas-tugas yang di kerjakan olah individu dan kelompok. Tugas yang dikerjakan oleh individu mahasiswa dituntut untuk dapat bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Sehingga mahasiswa dapat belajar mandiri. Selain mahasiswa dapat belajar yang lebih mandiri, mahasiswa dapat mengetahui apa itu blog dan kegunaan dari blog, sehingga secara tidak langsung mahasiswa juga dibekali dengan pengetahuan di bidang IT.

Namun dari mata kuliah softskill ini juga terdapat kekurangannya. Diantaranya jarang adanya komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Itu dikarenakan dosen yang hanya hadir dalam satu bulan sekali. Itu dapat mengakibatkan mahasiswa kesulitan bertanya apabila ada kesulitan mengenai materi dalam bentuk softskill yang belum dimengerti. Selain itu karena jarangnya hadir dosen dalam perkuliahan masih ada mahasiswa yang tugasnya tidak dapat di lihat di studentsite. Karena masih ada mahasiswa yang belum mengetahui cara-cara memasukan tuliasannya di blog dan di studentsitenya.

Dan saran yang ingin sampaikan untuk mata kuliah softskill adalah dalam pertemuan perkuliahan untuk mata kuliah softskill sebaiknya jangan satu bulan sekali karena dapat merugikan mahasiswanya. Sebaiknya walaupun mata kuliah softskill di anjurkan untuk belajar mandiri tetapi akan lebih baik bila pertemuan untuk mata kuliah softskill ini tetap seperti mata kuliah wajib lainnya. Sehingga selain mahasiswa bisa belajar mandiri juga dapat masukan materi tambahan dari dosennya. Universitas Gunadarma telah menerapkan program untuk mata kuliah yang dalam bentuk softskill ini sangat baik sekali untuk mahasiswanya untuk lebih kreatif. Walaupun untuk mata kuliah softskill ini baru diterapkan tetapi sudah cukup bagus dan dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa. Dan saya berharap semoga program studi di Universitas Gunadarma baik dari sistem cara pengajaran maupun dari sistem mata kuliah yang diberikan dapat lebih ditingkatkan. Agar dapat memajukan mahasiswanya dan mejadikan Universitas yang unggulan.

HASIL YANG DI DAPAT DARI MATA KULIAH BAHASA INDONESIA 1 DAN BAHASA INDONESIAN 2

Setelah saya mengikuti perkuliahan untuk mata kuliah bahasa Indonesia 1 dan bahasa Indonesia 2 di semester 5 dan 6, saya mendapatkan pengetahuan yang baru. Baik dari dari dalam materi perkuliahan maupun dari luar materi perkuliahan. Selama saya mempelajari bahasa Indonesia 1, saya dapat mengetahui bagaimana cara membuat kalimat dan ejaan kata yang benar. Selai itu, di dalam mata kuliah bahasa Indonesia 1 saya dapat mengetahui pemakaian penulisan huruf pada huruf kapital dan huruf samping, kalimat yang efektif, pemakaian tanda baca dan cara menyusun daftar pustaka. Semua materi tersebut dapat membantu saya dalam menyusun Penulisan Ilmiah yang sedang saya jalani.

Dan di dalam mata kuliah bahasa Indonesia 2, saya dapat lebih mandiri dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Mata kuliah softskill yang dimana setiap setiap mahasiswa dituntut untuk mengembangkan kreativitasnya di bidang IT. Selama saya mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia 2 di semester 6 ini saya dapat mengetahui mengenai dunia IT. Dan saya dapat menghasilkan suatu karya tulis yang saya publikasikan melalui blog. Selain itu saya juga dapat mengetahui pengetahuan-pengetahuan dalam bentuk artikel yang di dapat dari situs-situs website.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sepitri Daruyani yang telah mengajari saya dalam mata kuliah bahasa Indonesia 1 dan bahasa Indonesia 2. Sehingga saya dapat mengetahui banyak hal terutama didalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dalam pengetahuan di bidang IT.